Ayu Dewi Berhasil Pulang ke Indonesia Setelah Terjebak di Bangkok Akibat Abu Vulkanik

Ayu Dewi akhirnya berhasil kembali ke tanah air setelah menghadapi kesulitan penerbangan dari Bangkok sebagai dampak dari penyebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Presenter kondang ini mengungkapkan bahwa perjalanan pulangnya menjadi lebih rumit karena sejumlah bandara ditutup sementara akibat kondisi abu vulkanik tersebut, yang mengakibatkan gangguan pada penerbangan menuju Jakarta.
Melalui media sosial pada Senin, 7 September 2026, Ayu Dewi membagikan kabar terbaru tentang perjalanannya. Ia menjelaskan bahwa penerbangan yang awalnya dijadwalkan membawanya langsung dari Bangkok ke Jakarta terpaksa dibatalkan setelah penumpang diminta menunggu dalam waktu yang cukup lama.
“Seharusnya saya pulang jam 8.00 pagi dari Bangkok ke Jakarta, tetapi diminta menunggu hingga jam 9.45 sebelum akhirnya penerbangan kami dibatalkan. Kemudian saya mendapatkan tiket baru untuk jam 11.10 yang seharusnya berangkat jam 12.40, tetapi tidak bisa ke Jakarta karena bandara ditutup akibat abu vulkanik,” tulis Ayu Dewi dalam unggahan Instagramnya pada hari yang sama.
Setelah penerbangan langsung ke Jakarta tidak berhasil, Ayu memutuskan untuk memilih penerbangan menuju Bali sebagai alternatif agar ia bisa kembali ke Indonesia, meskipun bukan ke Jakarta secara langsung.
Namun, perjalanan menuju Bali juga tidak berjalan mulus. Setibanya di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Ayu menyampaikan bahwa pesawatnya terpaksa berputar di udara selama lebih dari 15 menit karena kepadatan lalu lintas di landasan pacu.
“Alhamdulillah, saya akhirnya sampai di Bali sekitar jam 17.55 WITA. Kami harus berputar di atas selama 15 menit karena landasan pacunya padat. Penerbangan yang ada hanya ke Denpasar sebagai pilihan untuk kembali ke Indonesia,” ujar Ayu Dewi.
Meskipun sudah tiba di Indonesia, perjalanan Ayu Dewi belum sepenuhnya selesai. Ia masih harus memikirkan cara untuk melanjutkan perjalanan dari Bali menuju Jakarta.
Ia mengungkapkan bahwa menemukan penerbangan dari Bali ke kota-kota lain yang dapat menjadi titik transit menuju Jakarta cukup sulit. Beberapa opsi tempat transit seperti Surabaya, Yogyakarta, Solo, dan Semarang ternyata tidak mudah untuk mendapatkan tiket.
“Saya merasa lega sudah bisa sampai di negara sendiri tetapi masih bingung bagaimana cara pulang ke Jakarta. Saya cek penerbangan menuju Surabaya, Yogyakarta, Solo, dan Semarang untuk melanjutkan perjalanan dengan kereta, tetapi ketersediaan tiketnya sangat sulit. Sekarang saya sedang mempertimbangkan untuk menggunakan jalur darat,” jelasnya.



