kpkgg
berita

Pemerintah Fokus Mempercepat Penanganan Kemiskinan dengan Prioritas di Desa

Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) semakin mengintensifkan kerjasama dengan perguruan tinggi untuk mempercepat penanganan kemiskinan. Fokus utama dari kolaborasi ini adalah pendampingan desa dan kelurahan yang menjadi prioritas.

Upaya ini merupakan bagian dari strategi besar dalam mendorong transformasi pemberdayaan masyarakat. Alih-alih berorientasi pada bantuan semata, pendekatan ini berfokus pada penguatan kapasitas, kemandirian, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Pernyataan komitmen ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Perguruan Tinggi dalam Pemberdayaan Masyarakat yang berlangsung di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Kegiatan ini dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, A. Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin. Acara tersebut juga dihadiri oleh para pemimpin perguruan tinggi, perwakilan dari berbagai kementerian dan lembaga, serta pemerintah daerah.

Cak Imin menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki peranan strategis dalam mempercepat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Melalui kekuatan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi, diharapkan kampus dapat menjadi mitra yang efektif bagi pemerintah dalam mendampingi 16.550 desa dan kelurahan yang menjadi fokus penanganan kantong kemiskinan.

Kolaborasi ini diarahkan untuk mendukung pencapaian target penurunan angka kemiskinan menjadi 5 persen pada tahun 2029. Tidak hanya berhenti pada pendampingan, program pemberdayaan diharapkan dapat menghasilkan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam hal peningkatan pendapatan, perluasan kesempatan kerja, penguatan usaha produktif, dan pengembangan ekonomi desa.

Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Haris, menekankan pentingnya komitmen nyata dari perguruan tinggi untuk menjadikan pemberdayaan masyarakat desa sebagai bagian integral dari pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.

“Kami ingin agar kampus dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat desa. Ini bukan hanya tentang kegiatan pengabdian yang bersifat temporer, tetapi tentang pendampingan yang terencana, berkelanjutan, dan berorientasi pada hasil. Perguruan tinggi memiliki sumber daya berupa ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang bisa menjadi kekuatan besar dalam membantu desa mengembangkan potensi, memperkuat ekonomi lokal, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Menurut Haris, keberhasilan dalam pemberdayaan desa memerlukan perubahan pendekatan. Alih-alih sekadar menjalankan program, penting untuk membangun ekosistem pemberdayaan yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah pusat dan daerah, sektor usaha, serta masyarakat desa itu sendiri.

Related Articles

Back to top button