Pensiunan JICT Ditemukan Tewas Usai Perampokan di Bekasi, Polisi Selidiki Pembunuhan Berencana

Polisi tengah menyelidiki kasus perampokan yang berujung pada kematian Ermanto Usman (65), seorang pensiunan dari Jakarta International Container Terminal (JICT). Investigasi ini berfokus pada kemungkinan adanya unsur pembunuhan berencana di balik tragedi tersebut.
Ermanto Usman dikenal sebagai seorang aktivis buruh yang aktif di Serikat Pekerja JICT. Selain itu, dia juga sering menjadi narasumber dalam podcast Madilog, yang membahas berbagai isu terkait perburuhan, termasuk dugaan praktik korupsi di PT Pelindo.
Kecurigaan muncul di kalangan masyarakat bahwa korban mungkin sengaja dibunuh. Menanggapi hal ini, pihak kepolisian menyatakan akan mendalami informasi yang ada untuk mengeksplorasi kemungkinan adanya tindakan kriminal terencana dalam kasus ini.
“Masih dalam proses penyelidikan, semua informasi yang ada sangat diperlukan untuk mendukung proses ini,” ungkap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, pada Senin, 9 Maret 2026.
Polisi juga menginformasikan bahwa tim penyelidik dalam kasus ini telah diperluas. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Seksi Humas Polres Metro Bekasi Kota, Ajun Komisaris Polisi Suparyono, yang menyatakan bahwa Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri turut membantu dalam proses investigasi.
“Tim gabungan dari Bareskrim, Polda, dan Polres, serta Polsek Pondok Gede, saat ini sedang melakukan penyelidikan,” kata Suparyono.
Sebelumnya, dilaporkan bahwa pihak kepolisian masih dalam pencarian pelaku perampokan yang menyebabkan kematian seorang pensiunan pekerja pelabuhan di kediamannya, yang terletak di kawasan Jatibening, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Hingga saat ini, penyidik masih berupaya mengungkap motif di balik tindakan kriminal tersebut. Korban, Ermanto Usman (65), merupakan pensiunan dari Jakarta International Container Terminal (JICT).
Ia ditemukan tewas di dalam rumahnya, sementara istri yang berinisial P (60) ditemukan dalam kondisi kritis akibat luka-luka serius. Pihak kepolisian menyampaikan rasa duka cita mendalam atas kejadian tragis ini.
Polisi menegaskan bahwa mereka sedang berusaha keras untuk menangkap pelaku perampokan yang mengakibatkan kematian tersebut.
“Kami mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap pelaku segera tertangkap,” tutur Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, pada Kamis, 5 Maret 2026.
Sebagai informasi tambahan, keluarga Ermanto Usman, yang menjadi korban pembunuhan tragis di Bekasi, telah resmi mengajukan permohonan perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).




