kpkgg
bola

FAM Dapat Nominasi Asosiasi Terbaik AFC 2026 Meski Terbukti Palsukan Dokumen Pemain

Keputusan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) untuk mencalonkan Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dalam daftar nominasi penghargaan AFC Member Association of the Year 2026 dalam kategori Gold telah menimbulkan kontroversi di kalangan publik dan media internasional.

Tindakan AFC ini mendapatkan perhatian yang serius karena FAM sebelumnya terlibat dalam skandal pemalsuan dokumen kewarganegaraan untuk tujuh pemain naturalisasi, yang menyebabkan sanksi berat dari FIFA dan AFC.

Pengumuman tentang nominasi ini dirilis menjelang acara penyerahan penghargaan yang direncanakan berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 19 November mendatang. Dalam kategori Gold, FAM akan bersaing dengan Asosiasi Sepak Bola Hong Kong (HKFA) dan Federasi Sepak Bola Seluruh India (AIFF).

Pencalonan FAM langsung memicu reaksi negatif karena latar belakang kasus yang muncul pada September 2025. Saat itu, investigasi FIFA mengungkap bahwa ketujuh pemain naturalisasi Malaysia—termasuk Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, dan Hector Alejandro Hevel Serrano—tidak memiliki hubungan keturunan yang sah dari kakek atau nenek mereka, yang menjadi dasar klaim mereka.

Akibat temuan pemalsuan dokumen ini, banding yang diajukan Malaysia kepada Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) ditolak. FIFA pun menjatuhkan denda besar dan melarang ketujuh pemain tersebut dari aktivitas sepak bola selama satu tahun. Selain itu, AFC juga membatalkan kemenangan Malaysia dalam Kualifikasi Piala Asia 2027, yang mengakibatkan tim Harimau Malaya gagal melaju ke putaran final turnamen.

Masuknya nama FAM ke dalam nominasi penghargaan AFC menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi dan pengelolaan sepak bola di tingkat Asia. Jurnalis dari ESPN India, Aaditya Narayan, menyatakan bahwa pencalonan Malaysia tampak tidak logis mengingat berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh federasi tersebut dalam setahun terakhir.

Kritik serupa juga disampaikan oleh jurnalis investigasi asal Prancis, Romain Molina, yang meragukan kelayakan FAM untuk dinyatakan sebagai asosiasi terbaik setelah terlibat dalam pemalsuan dokumen pemain.

Selain kategori Gold, penghargaan untuk Member Association juga dibedakan ke dalam kategori Platinum, Diamond, dan Ruby. Sementara itu, Indonesia berhasil mendapatkan satu nominasi dalam kategori Bronze untuk penghargaan pengembangan sepak bola akar rumput (grassroots), bersaing dengan Kamboja dan Myanmar.

Related Articles

Back to top button