Dedi Mulyadi Dikuliti Charly Van Houten, Vokalis Setia Band Bahas Pentingnya Konsistensi

Charly Van Houten secara terbuka membagikan pandangannya mengenai karakter asli Dedi Mulyadi. Ia mengungkapkan sosok yang dikenal dengan sebutan KDM ini bahkan sebelum menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat.
Sebagai vokalis dari Setia Band, Charly telah mengenal Dedi Mulyadi sejak KDM menyandang jabatan Bupati Purwakarta.
Charly mengaku pernah terlibat langsung dalam berbagai kegiatan bersama KDM di sejumlah lokasi, termasuk di pedesaan Karawang.
Ia menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana Dedi Mulyadi sering kali menggunakan uang pribadinya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Saya adalah orang yang menemani beliau cukup lama. Ada satu momen ketika kami pulang dari Karawang, kami blusukan bersama. Di desa, kami biasanya mengurus masalah terkait RTRW. Dia itu orang yang jika memiliki uang di saku, berapa pun jumlahnya, pasti akan dikeluarkan. Mau itu lima juta atau sepuluh juta, pokoknya habis,” ujarnya.
Tak hanya itu, Charly juga menambahkan bahwa ia pernah menerima bantuan dari Dedi Mulyadi.
“Sebagai seseorang yang sering berinteraksi dengan beliau, saya merasa banyak dibantu. Di setiap acara beliau, saya tidak pernah mempermasalahkan rider atau anggaran, karena kami sudah terbiasa bekerja sama. Sejak dulu, beliau memang memiliki kecintaan pada pagelaran kebudayaan,” ungkapnya.
Menurut Charly, sosok Dedi Mulyadi yang terlihat di depan publik adalah cerminan dari dirinya yang sesungguhnya.
“Itu memang karakter aslinya, Pak. Saya sering dianggap membela beliau, padahal faktanya memang beliau sudah bersikap demikian sejak lama.”
Ia menambahkan, “Kalau beliau itu orang yang hanya basa-basi, tidak mungkin bisa konsisten seperti itu. Bahkan ketika beliau tidak lagi menjabat sebagai bupati, dedikasi beliau tetap sama. Mungkin satu-satunya perbedaan adalah sekarang media sosial lebih dominan.”
Charly menilai, Kang Dedi Mulyadi sudah lama dikenal sebagai pemimpin yang senang blusukan ke masyarakat, jauh sebelum menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat.




