slot deposit qris depo 10k
berita

Kondisi Anak-anak Nagekeo NTT: Kebutuhan Selain Makanan di Dua Desa yang Perlu Diketahui

Kondisi kebutuhan masyarakat di tengah situasi sulit tidak hanya terbatas pada pemenuhan makanan. Anak-anak juga memerlukan ruang untuk bermain dan berinteraksi, sementara orang dewasa membutuhkan akses terhadap layanan kesehatan yang memadai.

Perhatian terhadap kondisi ini menjadi fokus utama dalam kegiatan yang berlangsung di Desa Nangadhero dan Desa Marapokot, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tanggal 22 hingga 24 September 2026.

Sejumlah bantuan disalurkan langsung kepada masyarakat, mulai dari makanan siap saji hingga pemeriksaan kesehatan. Anak-anak juga berkesempatan mengikuti kegiatan psikososial yang dirancang untuk memberikan ruang bermain dan interaksi di tengah tantangan yang mereka hadapi.

Di Desa Nangadhero, sekitar 35 kepala keluarga yang tinggal di tenda pengungsian serta masyarakat sekitar menerima 250 porsi makanan. Menu yang dibagikan meliputi nasi, ayam tumis, sayur kacang panjang dan jagung manis, semangka, serta air minum.

Mukit Hendrayatno, Chairman PT Etos Kreatif Indonesia, menekankan bahwa kehadiran mereka tidak hanya untuk menyalurkan bantuan, tetapi juga untuk melihat langsung kondisi masyarakat.

“Kami datang bukan hanya untuk memberikan makanan, tetapi juga ingin memastikan masyarakat tahu bahwa mereka tidak sendirian. Kami ingin hadir, menjenguk, menyapa, dan berbagi apa yang kami bisa. Semoga apa yang kami bawa hari ini bisa sedikit membantu memenuhi kebutuhan warga,” ungkap Mukit dalam keterangan yang diberikan, dikutip pada Rabu, 30 September 2026.

Selain perhatian pada kebutuhan pangan, fokus juga diberikan kepada anak-anak. Sekitar 125 anak usia TK dan SD, termasuk anak-anak TPQ serta masyarakat setempat, turut serta dalam kegiatan psikososial.

Kegiatan ini diorganisir melalui berbagai permainan, ice breaking, sosialisasi, serta makan bubur bersama, diiringi dengan pemberian makanan tambahan seperti roti, susu, dan buah-buahan.

Anita Ratna Faoziyah, Ketua Yayasan Rintisan Amal Bunda, menegaskan pentingnya pendampingan agar anak-anak memiliki ruang untuk berekspresi dan mendapatkan perhatian yang layak.

“Anak-anak perlu merasa diperhatikan dan didengar. Oleh karena itu, kami ingin mereka memiliki kesempatan untuk bermain, tertawa, dan merasakan bahwa di tengah keadaan yang sulit, masih ada orang-orang yang peduli dan ingin menemani mereka,” tambahnya.

Sementara itu, dalam kegiatan di Desa Marapokot, perhatian juga diarahkan pada kebutuhan kesehatan masyarakat. Layanan kesehatan gratis disediakan untuk anak-anak, orang dewasa, hingga lansia dengan target sekitar 80 hingga 100 penerima manfaat.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap kondisi anak-anak Nagekeo, NTT, tidak hanya terbatas pada pemenuhan nutrisi, tetapi juga mencakup aspek psikososial dan kesehatan, yang merupakan bagian penting dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi mereka.

Related Articles

Back to top button