slot deposit qris depo 10k
lifestyle

Teknologi Wireless Terbaru Mendapat Perhatian Audio Profesional di Indonesia

Perkembangan teknologi audio wireless kini memasuki babak baru yang menarik, dengan munculnya sistem yang tidak hanya mampu mentransmisikan suara, tetapi juga mengintegrasikan transmisi audio dan data kontrol dalam satu jaringan yang efisien.

Inovasi seperti teknologi wideband bidirectional, contohnya Spectera, berhasil menarik perhatian pelaku industri audio profesional. Sistem ini menawarkan solusi yang lebih canggih dan fungsional untuk kebutuhan audio yang semakin kompleks.

Spectera merupakan ekosistem wireless digital wideband bidirectional pertama yang dirancang khusus untuk memenuhi tuntutan audio profesional. Dikenal sebagai Wireless Multichannel Audio Systems (WMAS), teknologi ini dikembangkan untuk mengelola produksi yang melibatkan banyak perangkat wireless secara lebih terintegrasi dan efektif.

Berbeda dengan sistem wireless tradisional yang biasanya mengandalkan satu kanal frekuensi untuk setiap jalur transmisi, teknologi ini menggunakan satu kanal wideband untuk mengelola berbagai koneksi audio secara bersamaan. Pendekatan ini memungkinkan efisiensi yang lebih besar dalam pengaturan audio.

Berdasarkan informasi dari Sennheiser, sistem ini dapat mendukung hingga 64 tautan audio dalam satu Base Station berukuran 1U, dengan kemampuan konfigurasi hingga 32 input dan 32 output. Hal ini menunjukkan kapasitas yang luar biasa untuk memenuhi kebutuhan produksi yang padat.

Teknologi ini juga menyatukan fungsi mikrofon wireless dengan in-ear monitoring (IEM). Dengan cara ini, perangkat bodypack dapat menangani transmisi sinyal mikrofon dan monitoring secara bidirectional. Audio serta data kontrol dapat berjalan melalui kanal RF yang sama dengan lancar.

Dalam konteks produksi panggung, siaran, teater, atau acara yang melibatkan banyak perangkat wireless, pendekatan ini dapat mengurangi kerumitan dalam pengaturan frekuensi. Sennheiser menginformasikan bahwa Spectera mampu menjalankan mikrofon dan IEM pada kanal TV wideband 6 atau 8 MHz, tergantung pada regulasi yang berlaku di area pengguna.

Aspek lain yang patut menjadi sorotan adalah manajemen sistem menggunakan perangkat lunak. Spectera memanfaatkan LinkDesk yang memungkinkan operator untuk memantau berbagai parameter, seperti level audio, volume IEM, latensi, kondisi RF, serta status baterai. Pengaturan ini dapat dilakukan secara terpusat, sehingga teknisi tidak perlu mengatur setiap perangkat secara individual.

Bagi komunitas audio profesional di Indonesia, perkembangan ini menandakan bahwa teknologi wireless kini tidak hanya berkaitan dengan kebebasan bergerak tanpa kabel. Integrasi audio, monitoring, kontrol, serta manajemen frekuensi menjadi komponen penting dalam evolusi sistem audio profesional modern.

“Kami mengintegrasikan berbagai elemen tersebut dalam satu ekosistem, sehingga memberikan cara yang lebih efisien bagi engineer untuk mengelola konfigurasi wireless mereka,” ungkap Roland Lim, Sales Director Sennheiser Asia.

Related Articles

Back to top button