slot deposit qris depo 10k
berita

Uang Palsu Ratusan Juta di Bogor Hasil Perbuatan Dukun Mahfud, Simak Modusnya

Praktik pembuatan uang palsu senilai sekitar Rp620 juta di kawasan Kemang, Kabupaten Bogor, terungkap sebagai aksi dari seorang dukun yang mengklaim dapat menggandakan uang.

Pelaku yang diketahui bernama Mahfud alias MP (39) ditangkap oleh pihak kepolisian saat hendak menjalankan aksinya. Modusnya adalah menawarkan penggandaan uang, padahal yang digunakan adalah uang palsu yang dicetaknya sendiri.

Wadirreskrimsus Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Martuasah Hermindo Tobing, menjelaskan bahwa pelaku sengaja melakukan aksinya dengan mengemasnya dalam praktik perdukunan guna menarik perhatian calon korban.

“Uang hasil cetakan tersebut direncanakan akan diedarkan di masyarakat dengan cara berpura-pura melakukan penggandaan uang, seolah-olah melalui praktik dukun,” ungkapnya pada Rabu, 1 April 2026.

Berdasarkan hasil penyelidikan, Mahfud memproduksi uang palsu dengan metode yang relatif sederhana tetapi terencana. Ia menggunakan uang asli sebagai contoh, lalu menggandakannya dengan printer dan mencetaknya di atas kertas karton agar tampak menyerupai uang asli.

“Modus operandi tersangka adalah dengan meng-copy uang asli pecahan Rp 100.000 menggunakan mesin printer merek Epson dan alat cetak lainnya,” jelas Martuasah.

Setelah dicetak, uang palsu tersebut dipotong menggunakan berbagai alat sederhana agar penampilannya mirip dengan uang asli.

“Setelah proses pencetakan, pelaku memotong hasilnya menggunakan alat pemotong merek Joyko, gunting, dan cutter agar menyerupai uang yang sah. Selanjutnya, uang hasil cetakan tersebut direncanakan untuk diedarkan di masyarakat dengan cara menipu seolah-olah melakukan penggandaan uang,” tambahnya.

Menariknya, pelaku sudah menyiapkan rencana untuk menjebak korban. Kasubdit II Ekbank Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Robby Syahfery, mengungkapkan bahwa target awal pelaku adalah warga di kampung halamannya di Cianjur, Jawa Barat, dengan memanfaatkan momen menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Cianjur, Jawa Barat. Jadi, rencananya, targetnya adalah tetangga-tetangganya,” kata Robby.

Pelaku bahkan berambisi untuk dapat “menggandakan” uang hingga miliaran rupiah, bertujuan untuk meyakinkan para calon korbannya.

“Pada awalnya, modusnya adalah menawarkan kepada masyarakat sebelum Idul Fitri, namun itu belum terlaksana dan hingga saat ini belum ada korban,” ujarnya.

“Jadi, dia memang hanya berencana menargetkan masyarakat di kampungnya. Nampaknya, dia baru memulai, dan mungkin belum mencapai tujuan yang diinginkan. Targetnya mungkin hingga Rp1 miliar atau Rp2 miliar,” pungkasnya.

Related Articles

Back to top button