IHSG Menguat Tipis Tertekan Saham GOTO, Temukan 3 Saham Potensial di LQ45

IHSG berhasil menutup perdagangan di zona positif meskipun kenaikannya lebih rendah dibandingkan sesi pertama. Pada penutupan perdagangan Senin, 4 Mei 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan sebesar 0,22 persen, atau setara dengan 15,15 poin, yang membawa indeks ke level 6.971,95.
Selama sesi perdagangan kedua, IHSG cenderung bergerak dalam tren sideways. Indeks sempat mencapai puncaknya di level 7.067 di awal sesi, namun mengalami koreksi yang membawa kembali ke level awal sebelum penutupan.
Transaksi di pasar tercatat mencapai nilai Rp 21,11 triliun, dengan volume transaksi harian sebesar Rp 602,74 juta. Aktivitas perdagangan menunjukkan dinamika yang cukup tinggi, dengan total 2,44 juta transaksi yang dilakukan oleh para investor.
Meskipun IHSG menunjukkan performa yang positif, sebagian besar sektor saham mengalami penurunan, terutama sektor kesehatan yang terpukul dengan penurunan sebesar 1,63 persen. Selain itu, sektor teknologi melemah 1,56 persen, sektor transportasi turun 1,52 persen, diikuti oleh sektor energi yang menyusut 1,20 persen, sektor keuangan tergerus 0,16 persen, dan sektor properti yang turun tipis sebesar 0,01 persen.
Di sisi lain, sektor konsumer siklikal mencatatkan kenaikan tertinggi dengan pertumbuhan sebesar 2,53 persen. Sektor konsumer non-siklikal juga mengalami penguatan sebesar 1,53 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur yang meningkat 0,96 persen dan sektor industri yang hanya menguat 0,03 persen.
Analis dari Phintraco Sekuritas mengamati bahwa IHSG sempat membuka perdagangan dengan penguatan hingga mencapai level 7.069. Namun, penguatan tersebut berkurang dan cenderung mengalami fluktuasi dalam sesi kedua.
Koreksi yang terjadi pada IHSG sebagian besar dipicu oleh penurunan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Hal ini terjadi setelah pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden No.27 Tahun 2026 yang membatasi diskon maksimal untuk aplikator menjadi 8 persen, yang berimbas pada pendapatan dan margin perusahaan.
Menurut analis, situasi ini memicu kekhawatiran di kalangan investor mengenai prospek fundamental saham GOTO. Kebijakan ini dianggap akan berdampak negatif terhadap pendapatan perusahaan, sehingga meningkatkan kecemasan akan kinerja sahamnya di masa depan.
Di tengah dinamika pasar, ada beberapa emiten yang berhasil mencatatkan lonjakan harga tertinggi di jajaran saham unggulan (LQ45). Beberapa di antaranya adalah:
– PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)
Saham AMRT melonjak 7,95 persen, atau setara dengan 105 poin, menutup perdagangan di harga 1.425.
– PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI)
Saham MAPI juga mengalami penguatan sebesar 6,58 persen, atau 80 poin, mencapai level 1.295.
– PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
Saham JPFA menutup perdagangan dengan kenaikan 6,05 persen, atau 150 poin, yang membawa harga sahamnya ke posisi 2.630.
Dengan pergerakan IHSG yang variatif dan dampak dari kebijakan pemerintah, penting bagi para investor untuk tetap waspada dan melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi. Terutama dalam memilih saham-saham potensial di indeks LQ45, yang dapat memberikan peluang yang lebih baik di tengah ketidakpastian pasar.



