slot deposit qris depo 10k
bisnis

Perusahaan Kosmetik Mengumumkan PHK 10.000 Karyawan, Apa Penyebabnya?

Perusahaan kosmetik asal Amerika Serikat, Estée Lauder, baru-baru ini mengumumkan kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang cukup signifikan, dengan rencana untuk memberhentikan hingga 10.000 karyawan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya restrukturisasi bisnis global yang lebih luas. Perusahaan menjelaskan bahwa keputusan ini merupakan langkah strategis untuk memperbaiki performa keuangan mereka dan mengeksplorasi kemungkinan kemitraan dengan grup asal Spanyol, Puig.

Dalam pengumuman terbarunya, Estée Lauder memperkirakan bahwa jumlah PHK akan berkisar antara 9.000 hingga 10.000 karyawan. Angka tersebut menunjukkan peningkatan lebih dari 40 persen dibandingkan dengan rencana awal yang sebelumnya diinformasikan kepada publik.

Pengurangan tenaga kerja yang direncanakan ini setara dengan sekitar 15 persen dari total jumlah karyawan di grup tersebut. Menariknya, lebih dari 70 persen dari pemangkasan ini akan terjadi pada posisi yang terkait dengan demonstrasi produk di titik penjualan.

Di samping itu, biaya yang terkait dengan restrukturisasi ini, yang pertama kali diumumkan akhir 2023, kini diperkirakan mencapai US$1,7 miliar atau sekitar Rp28,9 triliun. Proses penyesuaian ini direncanakan berlangsung hingga tahun 2026.

Upaya efisiensi ini merupakan bagian dari strategi reorganisasi yang diharapkan dapat memberikan dampak positif signifikan pada tahun 2027. Estée Lauder memperkirakan bahwa program ini akan berpotensi menghasilkan laba kotor tahunan sebelum pajak sebesar €1,2 miliar atau sekitar Rp24,4 triliun.

Menariknya, di tengah rencana PHK yang besar, perusahaan justru mengalami perbaikan dalam kinerja finansialnya. Dalam sembilan bulan pertama tahun fiskal yang berakhir pada 31 Maret, Estée Lauder mencatatkan penjualan mencapai US$11,422 miliar atau sekitar Rp194,1 triliun, meningkat 4,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari segi profitabilitas, perusahaan berhasil beralih dari kerugian ke keuntungan. Estée Lauder melaporkan laba operasional sebesar US$819 juta atau sekitar Rp13,9 triliun, berbanding terbalik dengan kerugian operasional sebesar US$395 juta atau sekitar Rp6,7 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, laba bersih yang dibukukan perusahaan mencapai US$298 juta atau setara Rp5,06 triliun selama sembilan bulan pertama tahun fiskal. Angka ini sangat kontras dengan kerugian bersih sebesar US$587 juta atau sekitar Rp9,98 triliun yang dialami pada periode yang sama tahun 2025.

Seiring dengan perbaikan yang terjadi, Estée Lauder juga menaikkan proyeksi kinerja untuk tahun penuh. Meski demikian, perusahaan tetap bersikap hati-hati dan waspada terhadap kondisi geopolitik dan ekonomi global, termasuk situasi konflik yang terjadi di Timur Tengah.

Related Articles

Back to top button