Arisan Online Meow Menipu 6 Orang dengan Kerugian Rp4 M, Simak Modus Operasinya

Kasus dugaan penipuan yang melibatkan arisan online Meow saat ini tengah dalam penyelidikan oleh Polda Jawa Timur. Sebanyak enam orang telah melaporkan kasus ini dengan total kerugian yang mencapai Rp4,07 miliar.
Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi Roy H. M. Sihombing, mengungkapkan bahwa laporan dari para korban mencatatkan nilai kerugian yang signifikan.
“Laporan yang diterima menunjukkan enam orang korban dengan total kerugian sebesar Rp4.075.021.000, berdasarkan dokumen yang telah disampaikan,” ujar Roy yang dikutip pada Rabu (14/10/26).
Roy menjelaskan bahwa arisan online Meow menawarkan berbagai skema transaksi kepada para pesertanya. Beberapa skema yang ditawarkan meliputi arisan menurun, take over, over slot, slot, serta dana pinjaman.
“Arisan ini dikenal sebagai arisan online. Dengan nama Meow, arisan ini memiliki beberapa jenis skema, seperti arisan menurun, take over, over slot, slot, dan juga dana pinjaman,” tambahnya.
Laporan mengenai dugaan penipuan ini diterima oleh Polda Jatim pada tanggal 11 Agustus 2026. Sejak saat itu, penyidik telah meminta keterangan dari sejumlah pihak dan mengumpulkan dokumen transaksi untuk lebih mendalami kasus ini.
Salah satu dokumen yang dikumpulkan adalah rekening koran milik para korban. Dokumen ini digunakan untuk melacak aliran dana yang berkaitan dengan dugaan penipuan yang terjadi pada arisan online tersebut.
Roy menambahkan bahwa penyidik telah melakukan gelar perkara untuk mengevaluasi hasil penyelidikan dan menentukan langkah-langkah hukum yang akan diambil selanjutnya.
Polda Jatim juga membuka kesempatan bagi peserta lain yang merasa dirugikan untuk melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian.
“Kami mengimbau kepada siapa pun yang merasa menjadi korban, selain yang sudah melapor, agar segera mengajukan laporan ke Polda Jatim,” ungkapnya.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa penanganan kasus ini akan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Setiap dugaan tindak pidana akan diproses berdasarkan hasil penyelidikan dan bukti yang berhasil dikumpulkan oleh penyidik.
Salah satu korban yang bernama Ami mengungkapkan bahwa para peserta mulai mengalami kesulitan ketika pemilik arisan atau owner tidak lagi dapat dihubungi. Ia menyatakan bahwa dirinya mewakili korban dari berbagai skema transaksi yang ditawarkan dalam arisan online Meow.
“Saya mewakili korban yang terlibat dalam skema take over, over slot, arisan, serta flat, dan terakhir arisan safe. Namun, pemilik arisan ini sudah tidak bisa dihubungi lagi,” kata Ami.



