Arus Mudik 2026 Dimulai 18 Maret, Mendagri Tito Tinjau Kesiapan Pelabuhan Merak

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian melakukan inspeksi terhadap persiapan arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, pada hari Jumat, 13 Maret 2026. Dalam peninjauan ini, beliau didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi pemerintah dan pemimpin lembaga, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, serta Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Selama kegiatan tersebut, Mendagri dan rombongannya melakukan pemeriksaan langsung terhadap fasilitas layanan yang ada di pelabuhan. Mereka juga mengamati ruang tunggu penumpang di kapal ferry yang akan berlayar menuju Pelabuhan Bakauheni. Mendagri berkesempatan untuk berinteraksi dengan beberapa calon pemudik guna menanyakan tujuan perjalanan mereka.
Inspeksi ini bertujuan untuk memastikan bahwa layanan transportasi penyeberangan siap menghadapi lonjakan penumpang yang diperkirakan akan terjadi menjelang hari raya Lebaran. Pelabuhan Merak dipilih sebagai salah satu titik utama bagi masyarakat yang melakukan perjalanan dari Pulau Jawa menuju Sumatera.
Setelah menyelesaikan peninjauan lapangan, Mendagri bersama para menteri dan pejabat terkait melanjutkan dengan Rapat Koordinasi Persiapan Arus Mudik Lebaran Tahun 2026 yang berlangsung di Dermaga Eksekutif Pelabuhan ASDP Merak, Banten.
Menko PMK Pratikno, dalam pernyataannya kepada media, menekankan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa pelaksanaan mudik tahun ini dapat berlangsung dengan aman, lancar, nyaman, dan selamat.
“Kami baru saja melaksanakan rapat koordinasi dan peninjauan di Pelabuhan Merak, dengan target agar mudik kali ini dapat berjalan dengan aman, lancar, nyaman, dan selamat,” tutur Pratikno.
Ia menjelaskan bahwa arus mudik diperkirakan akan mulai terjadi pada tanggal 18 Maret 2026, sementara arus balik diprediksi berlangsung pada 29 Maret 2026. Meskipun demikian, pemerintah berharap pergerakan pemudik dapat tersalurkan secara merata dalam beberapa hari untuk menghindari penumpukan pada waktu tertentu. Hal ini terutama penting mengingat rentang waktu mudik tahun ini cukup panjang, bertepatan dengan akhir pekan, kebijakan flexible working arrangement untuk ASN, cuti bersama, serta mendekati perayaan Hari Raya Nyepi dan Idulfitri.
“Dengan rentang waktu yang cukup panjang ini, kami berharap adanya distribusi pemudik yang tidak terpusat pada hari-hari tertentu,” tambahnya.
Pratikno juga menambahkan bahwa pemerintah, bersama seluruh pemangku kepentingan, telah melakukan berbagai persiapan, termasuk menghadirkan inovasi untuk meningkatkan kualitas layanan selama mudik. Tahun lalu, tingkat kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan mudik tercatat sangat tinggi, dan diharapkan dapat meningkat pada tahun ini.




