slot deposit qris depo 10k
bisnis

IHSG Menguat, Berpotensi Rebound Sejalan dengan Wall Street, Bursa Asia Tertekan

IHSG dibuka dengan penguatan sebesar 37 poin atau sekitar 0,56 persen, mencapai level 6.632 pada pembukaan perdagangan Kamis, 3 September 2026.

Fanny Suherman, yang menjabat sebagai Kepala Analis Riset Ritel, memperkirakan bahwa IHSG memiliki peluang untuk rebound hari ini, mengingat kondisi pasar yang mulai membaik.

Dalam laporan hariannya, Fanny menyatakan, “IHSG berpotensi untuk kembali mengalami rebound pada perdagangan hari ini,” menandakan optimisme di tengah tantangan yang ada.

Bursa saham di Asia mengalami tekanan pada perdagangan hari Rabu lalu, yang disebabkan oleh aksi jual di pasar obligasi global yang berdampak pada kawasan tersebut. Situasi ini semakin diperparah oleh serangan terbaru Amerika Serikat terhadap Iran, yang menyebabkan harga minyak mentah kembali meningkat.

Indeks Nikkei 225 di Jepang mengalami penurunan signifikan sebesar 2,9 persen, sementara indeks Hang Seng di Hong Kong melemah sedikit sebesar 0,07 persen. Selain itu, CSI 300 di China merosot 1,4 persen, ASX 200 di Australia terkoreksi 1 persen, dan indeks Taiex di Taiwan berkurang 1,7 persen.

KOSPI di Korea Selatan mencatat penurunan yang cukup tajam hingga 4 persen, di sisi lain FTSE Straits Times mengalami kenaikan sebesar 0,6 persen dan FTSE Malay KLCI menguat sebesar 0,5 persen.

Di tengah situasi ini, para investor semakin pesimistis mengenai kemungkinan tercapainya solusi yang cepat untuk mengakhiri konflik antara AS dan Israel dengan Iran.

Serangan udara yang dilancarkan oleh AS terhadap Iran pada hari Selasa lalu telah memicu serangan balasan dari Iran. Pertukaran serangan ini menjadi eskalasi yang paling serius dalam beberapa pekan terakhir dan telah mendorong harga energi di pasar global lebih tinggi.

Sementara itu, inflasi di Korea Selatan menunjukkan peningkatan pada bulan Agustus 2026, yang sebagian besar dipengaruhi oleh efek basis rendah dari tahun lalu. Meskipun demikian, inflasi ini masih berada di bawah ekspektasi pasar.

Data yang dirilis oleh Kementerian Data dan Statistik Korea Selatan menunjukkan bahwa Indeks Harga Konsumen (CPI) mengalami kenaikan sebesar 3,1 persen secara year-on-year (yoy) pada bulan Agustus 2026, meningkat dibandingkan dengan kenaikan 2,8 persen yang tercatat pada bulan Juli 2026.

Fanny juga menyampaikan analisis teknis mengenai IHSG, di mana ia menyebutkan bahwa level support IHSG terletak di kisaran 6.520 hingga 6.550, sementara level resistancenya berada di rentang 6.630 hingga 6.700.

Sebagai tambahan informasi, indeks-indeks saham di Wall Street berhasil mengakhiri tren penurunan yang telah berlangsung selama tiga hari berturut-turut pada perdagangan Rabu lalu. Hal ini terjadi setelah yield US Treasury mulai meningkat dari lonjakan sebelumnya yang mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Indeks S&P 500 mencatat penguatan sebesar 0,46 persen, sedangkan Nasdaq Composite naik 0,45 persen, dan Dow Jones Industrial Average mengalami peningkatan sebesar 0,56 persen. Penguatan indeks Dow Jones ini didorong oleh kenaikan nilai saham Nvidia dan Johnson & Johnson yang signifikan.

Related Articles

Back to top button