slot deposit qris depo 10k
berita

Iran Menegaskan Tidak Melakukan Perundingan, Negara Pendukung AS Dianggap Musuh

Iran menegaskan bahwa saat ini tidak ada perundingan yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat. Pernyataan ini disampaikan oleh seorang pejabat senior dari parlemen Iran pada hari Kamis, yang juga mengingatkan bahwa negara mana pun yang memberikan izin bagi wilayah atau pangkalannya digunakan untuk menyerang Iran akan dianggap sebagai musuh.

Pernyataan ini berlawanan dengan klaim yang sebelumnya diungkapkan oleh Donald Trump, yang menyatakan bahwa para pejabat Iran sebenarnya ingin melakukan negosiasi tetapi “belum siap.” Juru bicara Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri majelis, Ebrahim Rezaei, menyampaikan hal ini setelah mengadakan pertemuan dengan pejabat militer dan pertahanan Iran, yang bertujuan untuk membahas strategi operasi di lapangan melawan Amerika Serikat dan Israel.

Menurut laporan yang dikutip dari Anadolu, Rezaei memperingatkan bahwa negara mana pun yang membuka wilayah atau pangkalannya untuk digunakan oleh pasukan musuh dalam bentuk apa pun akan dianggap sebagai lawan. Sementara itu, ia juga menegaskan bahwa keamanan di Pulau Kharg telah kembali pulih dan ekspor minyak Iran tetap berjalan tanpa hambatan.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa serangan militer Amerika telah merusak sebagian besar fasilitas militer di pulau tersebut, tetapi membiarkan pusat-pusat minyak tetap utuh. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada serangan, fokus utama tidak diarahkan pada infrastruktur vital bagi ekonomi Iran.

Serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel terhadap Iran dimulai pada tanggal 28 Februari dan dilaporkan telah menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei. Angka ini mencerminkan intensitas konflik yang sedang berlangsung dan dampak serius yang ditimbulkan terhadap populasi sipil.

Sebagai tanggapan, Teheran telah melancarkan serangan menggunakan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan lokasi-lokasi di Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi tempat penyimpanan aset militer AS. Tindakan ini menunjukkan bahwa Iran tidak akan tinggal diam dan akan membalas setiap serangan yang diarahkan kepada mereka, memperlihatkan ketegangan yang terus meningkat di kawasan tersebut.

Related Articles

Back to top button