kpkgg
berita

TEP Unhas dan Polisi Bersinergi Atasi Krisis Air di Papua Barat dengan Penyaluran Bantuan ke Warga

Krisis air bersih yang kian melanda masyarakat di Kampung Weri, Kawasan Transmigrasi Weri-Saharay, Distrik Fakfak Timur, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, semakin terasa akibat musim kemarau yang berkepanjangan.

Mata air dan sumur yang selama ini menjadi sumber kehidupan warga kini mulai mengering, memaksa mereka untuk berulang kali mencari air demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menanggapi keadaan darurat ini, Tim Ekspedisi Patriot (TEP) dari Universitas Hasanuddin (Unhas) berkolaborasi dengan Polsek Weri untuk mendistribusikan air bersih secara langsung dari rumah ke rumah warga yang membutuhkan.

Bersama dengan kepolisian, TEP Unhas berupaya menyalurkan air dari sumber yang ada di Kampung Saharay kepada warga Kampung Weri yang terdampak.

Tak hanya sekedar menyalurkan air, TEP juga berinisiatif memperbaiki akses jalan menuju sumber mata air serta ke Kampung Saharay yang telah mengalami kerusakan parah.

Anggota TEP Unhas, Brien, menjelaskan bahwa masalah kekurangan air ini terungkap setelah mereka melakukan survei dan berinteraksi langsung dengan penduduk setempat.

Hasil pengamatan tim menunjukkan bahwa mata air dan sumur di Kampung Weri mulai mengalami pengeringan, sementara di Kampung Saharay, aliran air masih tetap mengalir dengan baik.

“Di Kampung Saharay, mata airnya masih melimpah dan alirannya terus ada. Sebaliknya, warga Kampung Weri sudah mulai kesulitan karena sumber air dan sumur mereka kering,” kata Brien.

Beliau menambahkan, kondisi ini memaksa masyarakat untuk terus-menerus mengambil dan menampung air dari lokasi yang masih tersedia, baik pagi, siang, sore, maupun malam.

Dalam pelaksanaan program ini, TEP Unhas berkoordinasi dengan Polsek Weri, terutama dalam hal penggunaan kendaraan untuk mengangkut dan mendistribusikan air bersih. Brian menekankan pentingnya keterlibatan TEP yang lebih dekat dengan masyarakat.

“Dari survei tersebut, kami dapat mengetahui rumah-rumah mana yang mengalami kekurangan air. Sementara Polsek turut mendampingi, tetapi kami lebih intens berinteraksi dengan masyarakat dengan langsung memeriksa kondisi rumah mereka,” jelasnya.

Air yang telah disiapkan kemudian didistribusikan ke tiga RT yang ada di Kampung Weri. Setiap RT memiliki satu rumah yang dijadikan titik pusat distribusi untuk memenuhi kebutuhan air bagi tiga hingga empat rumah di sekitarnya. Metode ini memungkinkan warga untuk mendapatkan air lebih dekat tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke sumber mata air di Kampung Saharay.

Related Articles

Back to top button