AS dan Sekutu Timur Tengah Mengutuk Serangan Balasan Teheran Setelah Iran Dikeroyok

Pemerintah Amerika Serikat dan sejumlah sekutu di kawasan Timur Tengah telah mengeluarkan kecaman tegas terhadap serangan balasan yang dilakukan oleh Iran, yang menargetkan beberapa negara di wilayah tersebut. Dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis, AS dan para mitranya mengutuk tindakan Iran yang dianggap melanggar norma internasional dengan menargetkan infrastruktur sipil.
“Serangan yang tidak dapat dibenarkan ini menargetkan wilayah berdaulat, membahayakan kehidupan penduduk sipil, serta merusak infrastruktur yang vital,” ungkap Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataannya yang dirilis bersama pemerintah Bahrain, Yordania, Kuwait, Qatar, Kerajaan Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab pada 2 Maret 2026, sebagaimana dilaporkan oleh CBS News.
AS dan sekutu-sekutunya menilai bahwa tindakan Iran merupakan “eskalasi yang sangat berbahaya,” yang tidak hanya melanggar kedaulatan beberapa negara, tetapi juga mengancam stabilitas di kawasan yang sudah rentan. “Penyerangan terhadap warga sipil dan negara-negara yang tidak terlibat dalam konflik adalah perilaku yang ceroboh dan dapat memicu ketidakstabilan lebih lanjut,” tambah pernyataan tersebut.
“Kami berdiri bersama dalam melindungi warga negara, kedaulatan, dan wilayah kami, serta menegaskan kembali hak kami untuk membela diri dari serangan-serangan ini. Kami tetap berkomitmen pada keamanan kawasan dan mengapresiasi kerja sama dalam sistem pertahanan udara dan rudal yang telah mencegah jatuhnya korban jiwa dan kerusakan yang lebih besar,” jelas pernyataan itu lebih lanjut.
Iran merespons secara agresif terhadap serangan udara besar-besaran yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada pagi hari tanggal 28 Februari 2026. Serangan yang melibatkan kombinasi dari kedua negara tersebut menargetkan beberapa lokasi strategis di Iran, termasuk ibu kota, Teheran. Beberapa rudal menghantam area dekat kediaman pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta istana kepresidenan.
Dalam insiden itu, Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, dilaporkan tewas, bersama beberapa petinggi senior lainnya di negara tersebut.
Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan ke berbagai pangkalan militer AS di Timur Tengah, termasuk Naval Support Activity di Bahrain; Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar; Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait; Pangkalan Udara Al Dhafra di Uni Emirat Arab; dan Pangkalan Udara Muwaffaq Al Salti di Yordania. Selain itu, Iran juga menyasar lokasi-lokasi sipil di seluruh Teluk dan Israel.
Beberapa dari pangkalan militer tersebut, seperti Naval Support Activity Bahrain, Ali Al Salem, dan Al Udeid, dilaporkan terkena dampak serangan rudal, sebagaimana terlihat dalam citra satelit dan video yang beredar di media sosial. Namun, belum ada kepastian mengenai apakah pangkalan-pangkalan lain juga terkena serangan. Sejumlah negara di kawasan, termasuk yang menjadi tuan rumah bagi pasukan Amerika, telah mengkonfirmasi bahwa mereka menjadi sasaran serangan rudal dan drone dalam skala besar.



