slot deposit qris depo 10k
bisnis

Luky Alfirman Dilantik Jadi Wamenkeu, Mendampingi Suahasil Nazara Setelah Purbaya Dicopot dari Jabatan Dirjen

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Luky Alfirman sebagai Wakil Menteri Keuangan untuk periode 2026-2029 di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026. Penunjukan ini menjadi langkah penting dalam perjalanan karier Luky di Kementerian Keuangan, yang telah berlangsung cukup lama.

Sebelum mendapatkan kepercayaan sebagai wakil menteri, Luky telah menempati berbagai posisi strategis di Kementerian Keuangan. Kariernya dimulai di Direktorat Jenderal Pajak dan secara bertahap ia mendapat penugasan untuk memimpin sejumlah unit yang berkaitan dengan kebijakan dan pembiayaan negara.

Luky merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan meraih gelar PhD dalam bidang Ekonomi.

Luky Alfirman menempuh pendidikan sarjana di bidang Teknik Industri di ITB. Setelah menyelesaikan gelar sarjananya, ia melanjutkan studi ke University of Colorado, Boulder, di Amerika Serikat.

Di universitas tersebut, Luky berhasil memperoleh gelar Master of Arts (MA) dalam Ekonomi. Ia kemudian melanjutkan pendidikan doktoralnya dan meraih gelar Doctor of Philosophy (PhD) dalam Ekonomi dari universitas yang sama.

Pendidikan yang diperoleh Luky menjadi fondasi yang kuat dalam kariernya di bidang kebijakan ekonomi, fiskal, serta perpajakan dan pembiayaan negara.

Luky memulai perjalanan kariernya di Kementerian Keuangan pada tanggal 1 Maret 1995. Sejak saat itu, ia telah melalui berbagai posisi di kementerian ini.

Beberapa jabatan yang pernah diembannya mencakup Kepala Subdirektorat Potensi Perpajakan, Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana, serta Kepala Subdirektorat Manajemen Transformasi.

Selain itu, Luky juga pernah memegang jabatan sebagai Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kebayoran Lama. Dari rangkaian jabatan tersebut, ia kemudian beralih ke bidang kebijakan fiskal yang lebih strategis.

Selanjutnya, ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, serta Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro.

Perjalanan karier Luky terus berlanjut ke posisi-posisi strategis lainnya. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan di Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan.

Setelah itu, Luky diberikan kepercayaan untuk menjadi Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara. Pengalamannya di berbagai unit ini memberinya keterampilan dalam menangani isu-isu terkait penerimaan negara, kebijakan fiskal, dan pengelolaan keuangan negara yang kompleks.

Karier Luky kemudian meningkat ke level pimpinan tinggi madya di Kementerian Keuangan, menandakan pengakuan atas dedikasi dan kemampuannya dalam mengelola kebijakan keuangan negara.

Related Articles

Back to top button