kpkgg
berita

Wamendagri Wiyagus Tegaskan Pentingnya Peran Auditor Forensik dalam Pencegahan Korupsi Digital

Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menekankan pentingnya peran auditor forensik dalam upaya pencegahan korupsi, terutama di tengah perkembangan teknologi yang pesat. Auditor forensik memiliki tanggung jawab untuk mendeteksi dan menyelidiki indikasi kecurangan finansial, praktik korupsi, serta penyalahgunaan aset. Mereka juga bertugas mengumpulkan dan menganalisis bukti yang diperlukan untuk mendukung proses hukum yang berkaitan dengan tindakan korupsi.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wiyagus saat mewakili Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian sebagai pembicara dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Asosiasi Auditor Forensik Indonesia (AAFI) pada tahun 2026. Acara yang berlangsung di Auditorium Badan Pendidikan dan Pelatihan Pemeriksaan Keuangan Negara (Badiklat PKN) di Jakarta ini mengangkat tema “Peran Strategis Auditor Forensik dalam Penanganan Fraud dan Korupsi di Era Disrupsi Teknologi”.

Wiyagus menekankan pentingnya penguatan peran Asosiasi Auditor Forensik Indonesia (AAFI) sebagai mitra strategis pemerintah di tingkat daerah. Ia menyatakan bahwa AAFI berperan penting dalam memperkuat pengawasan dan pencegahan terhadap kecurangan dan korupsi, serta mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel.

Disrupsi digital, menurut Wiyagus, membawa peluang sekaligus tantangan bagi pengelolaan pemerintahan. Dengan memanfaatkan teknologi, layanan publik dapat ditingkatkan, efisiensi transaksi nontunai dapat tercapai, serta data dapat terintegrasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengawasan yang lebih baik.

Namun, perkembangan teknologi juga membuka jalan bagi munculnya modus kejahatan yang semakin rumit. Mulai dari kejahatan siber, manipulasi data, hingga penipuan yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), semua ini menuntut auditor forensik untuk terus meningkatkan kemampuan mereka agar dapat mengantisipasi berbagai bentuk kecurangan yang mungkin terjadi, termasuk di lingkungan pemerintahan daerah.

“Warga negara dan aparat pemerintahan harus menyadari bahwa modus fraud dan kecurangan dalam keuangan daerah kini telah beralih ke ranah digital. Oleh karena itu, seminar ini sangat penting untuk memberikan inspirasi kepada Kementerian Dalam Negeri, agar dapat terus meningkatkan kapasitas dan fokus pada upaya pencegahan,” tegas Wiyagus.

Lebih lanjut, Wiyagus menekankan bahwa kolaborasi antara auditor forensik dan pemerintah sangat krusial untuk mendukung agenda reformasi serta pemberantasan korupsi. Menurutnya, peran ini sejalan dengan cita-cita ketujuh Presiden, yaitu memperkuat reformasi di bidang politik, hukum, dan birokrasi, serta meningkatkan upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba.

Related Articles

Back to top button