Istri Polisi di Surabaya Diduga Ambil Rp4,5 Juta di ATM Temannya, CCTV Ungkap Fakta Sesungguhnya

A (23) awalnya meyakini bahwa temannya, RDS, adalah orang yang telah mengambil uang senilai Rp4,5 juta dari rekeningnya. Tuduhan tersebut muncul setelah kartu ATM milik A hilang ketika ia berkunjung ke rumah YCAF (32).
Namun, situasi mulai berubah ketika rekaman CCTV pada saat penarikan uang diperiksa. Dalam rekaman tersebut, sosok yang melakukan penarikan uang memiliki ciri-ciri yang sangat mirip dengan YCAF.
YCAF, yang diduga adalah istri seorang anggota polisi atau Bhayangkari, kini tengah menghadapi laporan terkait dugaan pencurian kartu ATM milik A.
Peristiwa ini bermula saat A dan RDS berkunjung ke rumah YCAF yang terletak di kawasan Asrama Polisi Kp 3 Benowo, Surabaya, pada tanggal 3 Agustus 2026. Di rumah tersebut, kartu ATM A diduga diambil tanpa sepengetahuannya.
Dua hari setelah kunjungan tersebut, A menerima notifikasi penarikan uang yang membuatnya terkejut. Kapolsek Pakal, Komisaris Polisi Sugeng Rianto, mengonfirmasi bahwa laporan mengenai kasus ini memang telah masuk.
“Dari penjelasannya, mereka saling mengenal,” ungkapnya, seperti yang dikutip pada hari Jumat, 9 Oktober 2026.
Uang yang hilang tersebut ditarik melalui ATM Unit Benowo pada pukul 05.28 WIB, dengan total kerugian mencapai Rp4,5 juta. A kemudian mencoba menghubungi YCAF untuk menanyakan tentang penarikan uang tersebut.
Alih-alih mengakui atau memberikan penjelasan, YCAF justru menyalahkan RDS. Bahkan, YCAF juga diduga ikut mendampingi A saat membuat laporan polisi di Polsek Pakal.
Namun, kecurigaan A dan RDS semakin meningkat ketika mereka mengajak YCAF untuk meninjau rekaman CCTV di ATM. Sayangnya, YCAF menolak ajakan tersebut hingga dua kali.
Rekaman CCTV akhirnya berhasil diperoleh oleh korban. Dari situ, petunjuk baru muncul yang mengubah arah dugaan dalam kasus ini.
Sosok yang terlihat dalam rekaman saat melakukan penarikan uang tersebut memakai sandal dan menggunakan sepeda motor yang sangat mirip dengan milik YCAF.
Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kasus ini. Laporan yang sebelumnya diterima di Polrestabes Surabaya kini telah dialihkan ke Polsek Pakal untuk ditindaklanjuti.
“Terlapor melakukan penarikan uang dari ATM milik pelapor tanpa sepengetahuannya,” jelasnya.
Polisi juga telah meminta rekaman CCTV untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Rencananya, gelar perkara akan dilaksanakan untuk menentukan apakah kasus ini dapat diangkat ke tahap penyidikan.
Kedua belah pihak dijadwalkan akan dipanggil kembali untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kepolisian juga tidak menutup kemungkinan untuk menyita barang-barang yang diduga digunakan saat penarikan uang jika kasus ini memasuki tahap penyidikan.




